Banyak
sekali berbagai macam bahan makanan yang ada di seluruh dunia. Hal itu
dipengaruhi oleh tiga faktor penting. faktor tersebut berupa iklim, sumber daya
alam, dan kebiasaan/budaya masyarakat. Menurut Fadly Rahman, Sebagai Sejarawan
dan Pegiat Food Studies dalam tulisannya mengatakan bahwa ada juga faktor
lainnya diluar tiga hal diatas. Beliau sangat yakin jika ada beberapa aspek
historis yang mempengaruhi di samping kebudayaan masyarakat. Contohnya Bali
yang merupakan suatu kawasan dengan kuliner yang cukup unik karena terpengaruh
oleh beberapa nilai religius. Dengan dilarangnya memotong sapi oleh umat hindu
sebagai mayoritas disana, membuat mayoritas masyarakat bali menjadikan daging
babi sebagai konsumsi daging utama. Ternyata dibalik itu semua, kontroversi dan
pertentangan tentang daging babi membuat banyak orang bingung terhadap hal
tersebut. Disini saya akan memberikan fakta mengenai daging babi dengan
penjelasan ilmiahnya dan juga meluruskan pembenaran terhadap hal-hal baik bila
mengonsumsi daging babi.
1.
Daging Babi Merupakan Rumahnya Cacing Pita
Meski
umum dikonsumsi dan dianggap sebagai salah satu sumber protein yang bagus dan
kaya akan vitamin B1, daging babi memiliki risiko infeksi cacing pita. Tubuh
babi sendiri merupakan inang sementara yang akan menyempurnakan proses infeksi
cacing pita hingga menjadi larva. Setelah menjadi larva, infeksi dalam tubuh
babi telah sempurna dan membutuhkan tempat baru untuk siklus selanjutnya.
Manusia adalah inang utama untuk melanjutkan siklus cacing pita dari larva
menjadi dewasa.
Beberapa
gejala yang menandakan seseorang terkena infeksi cacing pita bisa berupa gejala
ringan yang tidak spesifik. Gejala-gejala tersebut, antara lain berupa diare,
mual, sakit perut, atau sembelit. Di negara-negara endemik sistiserkosis, gejala dapat terlihat atau dirasakan dengan jelas
karena berbentuk benjolan kecil yang berada di balik permukaan kulit. Infeksi
cacing pita di dalam otak biasa dikenal dengan sebutan neurosistiserkosis.
Gejalanya bisa berupa sakit kepala kronis, kebutaan, dan epilepsi yang
menyerang berulang kali. (http://www.alodokter.com/daging-babi-adalah-rumahnya-cacing-pita)
2.
Memakan Bacon Akan Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Mengutip
dari The Independent bahwa penelitian
menemukan bahwa menyantap bacon lebih dari tiga potong per hari dapat
meningkatkan potensi penyakit jantung. Kemungkinan ini bisa saja meningkat
sampai seperempat kali lipatnya. Kembali pada penelitian pada tahun 1970,
bila menyantap 50 gram daging olahan per
hari akan meningkatkan risiko kematian dari penyakit jantung hingga 24%. Hal
tersebut juga akan mempengaruhi risiko diabetes sampai 32% dan kanker yang
sebesar 8%. Penelitian lain juga dilakukan oleh Karolinska Institute di Stockholm, Swedia. Penelitian tersebut
menghasilkan tentang bahaya menyantap daging merah seperti babi dan aneka
olahan daging seperti bacon ini.
(http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160908165319-255-157092/makan-lebih-dari-3-iris-bacon-per-hari-berisiko-sakit-jantung/)
3.
Lemak Babi Banyak Manfaatnya Namun Risiko yang Ditimbulkan Lebih Tinggi
Lemak
Babi atau Lard adalah lemak dari
hewan babi yang disimpan di seluruh bagian babi. Ukraina merupakan salah satu
negara yang menjadikan lemak babi sebagai hidangan nasional. Disana lemak babi
juga diolah sebagai obat serta bahan kosmetik. Mengonsumsi lemak babi juga
bertujuan untuk memperkuat sistem kardiovaskular. Lemak babi ini mengandung
bebagai macam vitamin, zinc asam linoleat, dll.
Dibalik
manfaat lemak babi yang segudang, ia memiliki bahaya yang lebih tinggi dari
manfaatnya. Lemak babi memiliki zat karsinogenik yang membahayakan tubuh,
sehingga penggunaannya menimbulkan kolesterol yang sangat tinggi. Tidak hanya
itu, lemak babi juga dapat menyakiti saluran pencernaan serta kontraindikasi
terhadap orang yang memiliki penyakit ginjal. Para dokter juga tidak
menyarankan untuk menjadikan lemak babi sebagai sumber utama vitamin walaupun
vitamin yang terkandung sangat bermacam-macam.
(http://simphealth.com/id/pages/1656519)
4.
Para Peneliti Berusaha Untuk Menambahkan Lendir Babi ke Susu Formula Bayi
Beberapa
peneliti sedang mencoba untuk mengupayakan penambahan lendir dalam susu formula bayi. Lendir ini
didapatkan dari bagian dalam perut babi. Menurut Katharina Ribbeck, Insinyur
Biologi Massachusetts Technology
Institute bahwa susu formula bayi tidak memiliki unsur kekebalan sistem
tubuh seperti susu ibu, sehingga penambahan mucin atau protein yang didapat
dari lendir babi merupakan terobosan baru untuk melindungi sel-sel tubuh dari
infeksi HPV, Influenza A, dan Merkel Cell Polyomavirus.
Mucin
tersebut mungkin saat ini sudah ditambahkan pada beberapa produk susu formula
bayi. Walaupun begitu penelitian itu masih harus diteliti lagi untuk menunjukan
manfaatnya pada manusia. Katharina menambahkan bahwa di masa depan, para
peneliti mungkin dapat menemukan cara untuk memproduksi mucin sintetis secara
besar-besaran. (https://health.detik.com/read/2012/05/13/140128/1915991/1300/penelitian-lendir-babi-akan-ditambah-ke-susu-bayi-untuk-perkuat-imunitas)
5.
Daging Babi Tercemar oleh Urinnya Sendiri
Menurut
A.V. Nalbandov di dalam bukunya yang berjudul Reproductive Physiology of Mammals and Birds mengatakan bahwa
kantung urin babi (vesica urinaria) sering bocor, sehingga urin babi merembes
ke dalam dagingnya. Akibatnya, daging babi tercemari oleh kotoran yang mestinya
dibuang bersama urin. Banyak orang yang berspekulasi seperti menyamakan hal ini
dengan bagian usus dan hati sapi atau kambing. Orang-orang mengatakan bahwa
usus dilewati kotoran setiap harinya, sedangkan hati menjadi tempat penyaringan
darah dari penyakit. Padahal ketika kotoran melewati bagian usus, disana usus
hanya sebagai tempat penyaluran atau penghantar saja. Bukan berarti usus menyerap
kotoran yang disalurkan atau dihantarkan. Begitu pula dengan hati sebagai
tempat penyaringan darah. Darah yang tersaring akan dialirkan kembali dan
kotoran beserta penyakit yang disaring di hati akan dibuang. Dengan kata lain
tidak seperti perkataan A.V. Nalbandov diatas yang menyatakan bahwa urin babi
meresap ke dalam dagingnya.
(https://www.amazon.com/Reproductive-Physiology-Mammals-Birds-agricultural/dp/0716708434)
6.
Penyakit Meningitis Streptococcus Suis
Ditimbulkan Dari Daging Babi
Meningitis Streptococcus
Suis atau MSS belum lama ini terjadi di Bali. Hal
tersebut diungkapkan oleh Gede Wira Sunetra, Kepala Bidang Pengendalian
Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehetan Provinsi Bali bahwa penyakit
MSS merupakan meningitis bakteri akut zoonosis.
Penyakit ini disebabkan oleh babi yang ditularkan ke manusia. Semisal warga
mengonsumsi makanan berbahan dasar babi mentah, darah segar, usus, jeroan, dan
daging yang terinfeksi.
(http://news.okezone.com/read/2017/03/14/340/1641988/ini-gejala-penyakit-mss-yang-ditimbulkan-dari-daging-babi)
7.
Daging Babi Pemicu Meningkatnya Penyakit Asam Urat
Hal
ini yang mungkin jarang diketahui oleh orang-orang. Daging babi termasuk salah
satu pemicu meningkatnya asam urat. Asam urat itu sendiri merupakan salah satu
senyawa nitrogen yang diproduksi dari hasil katabolisme purin atau juga dari
asam nukleat endogen. Jika anda terlalu banyak mengonsumsi daging babi, maka
produksi asam urat di dalam tubuh akan terus meningkat.
(http://penyakitgout.com/)
8.
Pembenaran Terhadap Salahnya Video Tentang Percobaan Daging Babi dan Soda
Banyak
beredar video yang melakukan eksperimen terhadap daging babi yang disirami oleh
coke atau soda. Ketika saya mencari
hal-hal terkait dengan video ini, tanpa disengaja saya menemukan sebuah artikel
yang berhubungan dengan masalah ini. Kemudian ketika saya melihat isi artikel
tersebut, saya terkejut bahwa isi artikelnya tentang penyalahan terhadap video
percobaan yang saya tonton. Untuk menghindari kesalahpahaman saya pun
membacanya lagi dan menelaahnya. Akhirnya saya mendapatkan kesimpulan bahwa spekulasi
dari isi artikel tersebut tidak terbukti secara ilmiah.
Spekulasi
pertama dari artikel tersebut adalah “Video mengklaim bahwa cacing telah
ditemukan di Coke direndam babi yang berkualitas buruk, dan cacing tidak
terlihat jelas”. Kemudian spekulasi yang kedua adalah
“Penontin video ini tidak benar-benar tahu berapa lama daging babi tersimpan
unrefrigerated dalam paket atau berapa lama daging babi terendam dalam Coke.
Itu bisa saja sdah ke sekian hari hari untuk semua kita tahu. Setiap bentuk
daging mentah yang di biarkan unrefrigerated untuk jangka waktu yang panjang
akhirnya akan mengembangkan belatung”. Lalu yang terakhir “Mungkin
apa yang dianggap sebagai cacing atau belatung sebenarnya sesuatu yang lain.
Kemungkinan bahwa ini adalah protein dari daging babi yang telah beku karena
karbonasi atau asam amino dari coke”. Berdasarkan spekulasi tersebut
memang sangat tidak ilmiah dan isinya hanyalah pembenaran terhadap salahnya
video percobaan tersebut.
(https://indonesianskepticsociety.wordpress.com/2015/02/24/hoax-classic-daging-babi-dan-coke/)
9.
Ternyata Umat Kristiani Dilarang Untuk Makan Daging Babi
Di
dalam Alkitab terdapat larangan untuk memakan berbagai macam daging babi. Hal
itu dijelaskan pada Bab Imamah 11:7-8 dengan isi “Demikian juga babi hutan, karena
memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak;
haram itu bagimu (11:7). Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan
bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu (11:8)”.
Dan juga dijelaskan pada Bab Ulangan
14:8 dengan isi “Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah
biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan
janganlah kamu terkena bangkainya (14:8)”.
Dijelaskan
oleh Stefanus Tay, MTS dan Ingrid Listiati, MTS di dalam laman webnya
mengatakan menjelaskan dua poin dalam hal ini. Yang pertama “Memang
bukan soal apa yang masuk yang menajiskan kita (lih. Mat 15:11), sehingga,
dengan demikian makanan apapun (asalkan memang dari segi kesehatan layak
dimakan) dapat kita makan, termasuk di dalamnya daging babi”. Dengan
begitu, kesimpulan yang dapat kita ambil dari poin pertama adalah umat
kristiani memang dilarang untuk memakan daging babi. Karena babi itu sendiri
memiliki berbagai macam penyakit yang sudah terbukti secara ilmiah dan sesuai
fakta. Poin yang kedua adalah “Namun jika dengan memakan daging babi itu
seseorang menjadi batu sandungan bagi orang lain [terutama di hadapan
orang-orang yang mengharamkan babi], maka sebaiknya ia tidak makan babi (lih.
Rom 14:21). Hal inilah yang dianjurkan oleh Rasul Paulus (lih. 1 Kor 8:13).
Dalam hal ini memang diperlukan prudence/kebijaksanaan dari pihak kita untuk
menyikapinya dan memutuskannya”. Hal ini merupakan sebuah pertanda
bahwa untuk menjaga kedamaian dan menghindari perselisihan maka umat kristiani
dilarang harus mengambil keputusan yang tepat terhadap memakan daging babi
seperti yang Paulus katakan.
(http://www.katolisitas.org/bolehkah-kita-sebagai-murid-kristus-makan-babi/)
10.
Mengonsumsi Daging Babi Berdampak Kepada Perilaku Orang yang Memakannya
Menurut
Muhammad Abduh, ilmuwan Islam dan juga salah satu penulis jurnal The Firmest Bond dalam kesempatannya menghadiri
pertemuan dengan mahasiswa di Paris. Dalam pertemuan tersebut seorang mahasiswa
menanyakan tentang persoalan babi yang mengandung cacing pita, mikroba, dan
bakteri berbahaya. Kemudian Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan
tersebut. Ia menjawabnya dengan melakukan percobaan di depan mahasiswa. Lalu, ia
pun meminta kepada panitia acara supaya menghadirkan 2 ekor ayam jantan dan
seekor ayam betina. Juga 2 ekor babi jantan dan seekor babi betina.
Setelah
hewan-hewan tersebut dihadirkan. Muhammad Abduh meminta supaya 2 ekor ayam
jantan dan seekor ayam tersebut supaya dimasukkan dalam satu kandang. Beberapa
saat kemudian, 2 ayam jantan tersebut saling berkelahi mati-matian
memperebutkan ayam betina, Muhammad Abduh pun meminta panitia acara untuk
memisahkan ayam tersebut. Setelah itu, Muhammad Abduh meminta supaya 2 ekor
babi jantan dan seekor babi betina dimasukkan dalam satu kandang. Berbeda
dengan di awal, tidak ada perkelahian sama sekali antara kedua babi jantan
untuk memperebutkan babi betina, malah satu babi jantan membantu babi jantan
yang lain dalam melaksanakan hajat seksualnya pada babi betina tanpa rasa
cemburu sedikit pun.
Setelah
para mahasiswa menyaksikan kelakuan babi tersebut, Muhammad Abduh menjelaskan
bahwa mengkonsumsi daging babi dapat mematikan semangat dan menularkan
sifat-sifat buruk bagi orang yang memakannya. Muhammad Abduh mengatakan kepada
para mahasiswa bahwa hal tersebutlah yang terjadi pada mereka. Dimana seorang
laki-laki membiarkan istrinya bersama lelaki lain tanpa rasa cemburu dan juga
dimana seorang bapak membiarkan anak perempuannya bersama lelaki asing tanpa
ada rasa was-was.
(http://m.halhalal.com/dampak-mengkonsumsi-babi-terhadap-perilaku/)











1 komentar:
www.duniasichelsea.blogspot.com
QQTAIPAN .ORG | QQTAIPAN .NET | TAIPANQQ .VEGAS
-KARTU BOLEH BANDING, SERVICE JANGAN TANDING !-
Jangan Menunda Kemenangan Bermain Anda!!
Segera Daftarkan User ID nya & Mainkan Kartu Bagusnya.
Dengan minimal Deposit hanya Rp 20.000,-
1 user ID sudah bisa bermain 7 Permainan.
• BandarQ
• AduQ
• Capsa
• Domino99
• Poker
• Bandarpoker.
• Sakong
Kami juga akan memudahkan anda untuk pembuatan ID dengan registrasi secara gratis.
Untuk proses DEPO & WITHDRAW langsung ditangani oleh
customer service kami yang profesional dan ramah.
NO SYSTEM ROBOT!!! 100 % PLAYER Vs PLAYER
Anda Juga Dapat Memainkannya Via Android / IPhone / IPad
Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami-Online 24jam ????
• WA: +62 813 8217 0873
• BB : D60E4A61
• BB : 2B3D83BE
Come & Join Us!?
EmoticonEmoticon