10 Fakta Seputar Daging Babi yang Membuat Anda Terkejut

Banyak sekali berbagai macam bahan makanan yang ada di seluruh dunia. Hal itu dipengaruhi oleh tiga faktor penting. faktor tersebut berupa iklim, sumber daya alam, dan kebiasaan/budaya masyarakat. Menurut Fadly Rahman, Sebagai Sejarawan dan Pegiat Food Studies dalam tulisannya mengatakan bahwa ada juga faktor lainnya diluar tiga hal diatas. Beliau sangat yakin jika ada beberapa aspek historis yang mempengaruhi di samping kebudayaan masyarakat. Contohnya Bali yang merupakan suatu kawasan dengan kuliner yang cukup unik karena terpengaruh oleh beberapa nilai religius. Dengan dilarangnya memotong sapi oleh umat hindu sebagai mayoritas disana, membuat mayoritas masyarakat bali menjadikan daging babi sebagai konsumsi daging utama. Ternyata dibalik itu semua, kontroversi dan pertentangan tentang daging babi membuat banyak orang bingung terhadap hal tersebut. Disini saya akan memberikan fakta mengenai daging babi dengan penjelasan ilmiahnya dan juga meluruskan pembenaran terhadap hal-hal baik bila mengonsumsi daging babi.

1. Daging Babi Merupakan Rumahnya Cacing Pita

Meski umum dikonsumsi dan dianggap sebagai salah satu sumber protein yang bagus dan kaya akan vitamin B1, daging babi memiliki risiko infeksi cacing pita. Tubuh babi sendiri merupakan inang sementara yang akan menyempurnakan proses infeksi cacing pita hingga menjadi larva. Setelah menjadi larva, infeksi dalam tubuh babi telah sempurna dan membutuhkan tempat baru untuk siklus selanjutnya. Manusia adalah inang utama untuk melanjutkan siklus cacing pita dari larva menjadi dewasa.

Beberapa gejala yang menandakan seseorang terkena infeksi cacing pita bisa berupa gejala ringan yang tidak spesifik. Gejala-gejala tersebut, antara lain berupa diare, mual, sakit perut, atau sembelit. Di negara-negara endemik sistiserkosis, gejala dapat terlihat atau dirasakan dengan jelas karena berbentuk benjolan kecil yang berada di balik permukaan kulit. Infeksi cacing pita di dalam otak biasa dikenal dengan sebutan  neurosistiserkosis. Gejalanya bisa berupa sakit kepala kronis, kebutaan, dan epilepsi yang menyerang berulang kali. (http://www.alodokter.com/daging-babi-adalah-rumahnya-cacing-pita)

2. Memakan Bacon Akan Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Mengutip dari The Independent bahwa penelitian menemukan bahwa menyantap bacon lebih dari tiga potong per hari dapat meningkatkan potensi penyakit jantung. Kemungkinan ini bisa saja meningkat sampai seperempat kali lipatnya. Kembali pada penelitian pada tahun 1970, bila  menyantap 50 gram daging olahan per hari akan meningkatkan risiko kematian dari penyakit jantung hingga 24%. Hal tersebut juga akan mempengaruhi risiko diabetes sampai 32% dan kanker yang sebesar 8%. Penelitian lain juga dilakukan oleh Karolinska Institute di Stockholm, Swedia. Penelitian tersebut menghasilkan tentang bahaya menyantap daging merah seperti babi dan aneka olahan daging seperti bacon ini. (http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160908165319-255-157092/makan-lebih-dari-3-iris-bacon-per-hari-berisiko-sakit-jantung/)

3. Lemak Babi Banyak Manfaatnya Namun Risiko yang Ditimbulkan Lebih Tinggi

Lemak Babi atau Lard adalah lemak dari hewan babi yang disimpan di seluruh bagian babi. Ukraina merupakan salah satu negara yang menjadikan lemak babi sebagai hidangan nasional. Disana lemak babi juga diolah sebagai obat serta bahan kosmetik. Mengonsumsi lemak babi juga bertujuan untuk memperkuat sistem kardiovaskular. Lemak babi ini mengandung bebagai macam vitamin, zinc asam linoleat, dll.

Dibalik manfaat lemak babi yang segudang, ia memiliki bahaya yang lebih tinggi dari manfaatnya. Lemak babi memiliki zat karsinogenik yang membahayakan tubuh, sehingga penggunaannya menimbulkan kolesterol yang sangat tinggi. Tidak hanya itu, lemak babi juga dapat menyakiti saluran pencernaan serta kontraindikasi terhadap orang yang memiliki penyakit ginjal. Para dokter juga tidak menyarankan untuk menjadikan lemak babi sebagai sumber utama vitamin walaupun vitamin yang terkandung sangat bermacam-macam. (http://simphealth.com/id/pages/1656519)

4. Para Peneliti Berusaha Untuk Menambahkan Lendir Babi ke Susu Formula Bayi

Beberapa peneliti sedang mencoba untuk mengupayakan penambahan lendir  dalam susu formula bayi. Lendir ini didapatkan dari bagian dalam perut babi. Menurut Katharina Ribbeck, Insinyur Biologi Massachusetts Technology Institute bahwa susu formula bayi tidak memiliki unsur kekebalan sistem tubuh seperti susu ibu, sehingga penambahan mucin atau protein yang didapat dari lendir babi merupakan terobosan baru untuk melindungi sel-sel tubuh dari infeksi HPV, Influenza A, dan Merkel Cell Polyomavirus.

Mucin tersebut mungkin saat ini sudah ditambahkan pada beberapa produk susu formula bayi. Walaupun begitu penelitian itu masih harus diteliti lagi untuk menunjukan manfaatnya pada manusia. Katharina menambahkan bahwa di masa depan, para peneliti mungkin dapat menemukan cara untuk memproduksi mucin sintetis secara besar-besaran. (https://health.detik.com/read/2012/05/13/140128/1915991/1300/penelitian-lendir-babi-akan-ditambah-ke-susu-bayi-untuk-perkuat-imunitas)

5. Daging Babi Tercemar oleh Urinnya Sendiri

Menurut A.V. Nalbandov di dalam bukunya yang berjudul Reproductive Physiology of Mammals and Birds mengatakan bahwa kantung urin babi (vesica urinaria) sering bocor, sehingga urin babi merembes ke dalam dagingnya. Akibatnya, daging babi tercemari oleh kotoran yang mestinya dibuang bersama urin. Banyak orang yang berspekulasi seperti menyamakan hal ini dengan bagian usus dan hati sapi atau kambing. Orang-orang mengatakan bahwa usus dilewati kotoran setiap harinya, sedangkan hati menjadi tempat penyaringan darah dari penyakit. Padahal ketika kotoran melewati bagian usus, disana usus hanya sebagai tempat penyaluran atau penghantar saja. Bukan berarti usus menyerap kotoran yang disalurkan atau dihantarkan. Begitu pula dengan hati sebagai tempat penyaringan darah. Darah yang tersaring akan dialirkan kembali dan kotoran beserta penyakit yang disaring di hati akan dibuang. Dengan kata lain tidak seperti perkataan A.V. Nalbandov diatas yang menyatakan bahwa urin babi meresap ke dalam dagingnya. (https://www.amazon.com/Reproductive-Physiology-Mammals-Birds-agricultural/dp/0716708434)


6. Penyakit Meningitis Streptococcus Suis Ditimbulkan Dari Daging Babi

Meningitis Streptococcus Suis atau MSS belum lama ini terjadi di Bali. Hal tersebut diungkapkan oleh Gede Wira Sunetra, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehetan Provinsi Bali bahwa penyakit MSS merupakan meningitis bakteri akut zoonosis. Penyakit ini disebabkan oleh babi yang ditularkan ke manusia. Semisal warga mengonsumsi makanan berbahan dasar babi mentah, darah segar, usus, jeroan, dan daging yang terinfeksi. (http://news.okezone.com/read/2017/03/14/340/1641988/ini-gejala-penyakit-mss-yang-ditimbulkan-dari-daging-babi)

7. Daging Babi Pemicu Meningkatnya Penyakit Asam Urat

Hal ini yang mungkin jarang diketahui oleh orang-orang. Daging babi termasuk salah satu pemicu meningkatnya asam urat. Asam urat itu sendiri merupakan salah satu senyawa nitrogen yang diproduksi dari hasil katabolisme purin atau juga dari asam nukleat endogen. Jika anda terlalu banyak mengonsumsi daging babi, maka produksi asam urat di dalam tubuh akan terus meningkat. (http://penyakitgout.com/)

8. Pembenaran Terhadap Salahnya Video Tentang Percobaan Daging Babi dan Soda

Banyak beredar video yang melakukan eksperimen terhadap daging babi yang disirami oleh coke atau soda. Ketika saya mencari hal-hal terkait dengan video ini, tanpa disengaja saya menemukan sebuah artikel yang berhubungan dengan masalah ini. Kemudian ketika saya melihat isi artikel tersebut, saya terkejut bahwa isi artikelnya tentang penyalahan terhadap video percobaan yang saya tonton. Untuk menghindari kesalahpahaman saya pun membacanya lagi dan menelaahnya. Akhirnya saya mendapatkan kesimpulan bahwa spekulasi dari isi artikel tersebut tidak terbukti secara ilmiah.

Spekulasi pertama dari artikel tersebut adalah “Video mengklaim bahwa cacing telah ditemukan di Coke direndam babi yang berkualitas buruk, dan cacing tidak terlihat jelas”. Kemudian spekulasi yang kedua adalah “Penontin video ini tidak benar-benar tahu berapa lama daging babi tersimpan unrefrigerated dalam paket atau berapa lama daging babi terendam dalam Coke. Itu bisa saja sdah ke sekian hari hari untuk semua kita tahu. Setiap bentuk daging mentah yang di biarkan unrefrigerated untuk jangka waktu yang panjang akhirnya akan mengembangkan belatung”. Lalu yang terakhir “Mungkin apa yang dianggap sebagai cacing atau belatung sebenarnya sesuatu yang lain. Kemungkinan bahwa ini adalah protein dari daging babi yang telah beku karena karbonasi atau asam amino dari coke”. Berdasarkan spekulasi tersebut memang sangat tidak ilmiah dan isinya hanyalah pembenaran terhadap salahnya video percobaan tersebut. (https://indonesianskepticsociety.wordpress.com/2015/02/24/hoax-classic-daging-babi-dan-coke/)



9. Ternyata Umat Kristiani Dilarang Untuk Makan Daging Babi

Di dalam Alkitab terdapat larangan untuk memakan berbagai macam daging babi. Hal itu dijelaskan pada Bab Imamah 11:7-8 dengan isi “Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu (11:7). Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu (11:8)”. Dan juga dijelaskan pada  Bab Ulangan 14:8 dengan isi “Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya (14:8)”.

Dijelaskan oleh Stefanus Tay, MTS dan Ingrid Listiati, MTS di dalam laman webnya mengatakan menjelaskan dua poin dalam hal ini. Yang pertama “Memang bukan soal apa yang masuk yang menajiskan kita (lih. Mat 15:11), sehingga, dengan demikian makanan apapun (asalkan memang dari segi kesehatan layak dimakan) dapat kita makan, termasuk di dalamnya daging babi”. Dengan begitu, kesimpulan yang dapat kita ambil dari poin pertama adalah umat kristiani memang dilarang untuk memakan daging babi. Karena babi itu sendiri memiliki berbagai macam penyakit yang sudah terbukti secara ilmiah dan sesuai fakta. Poin yang kedua adalah “Namun jika dengan memakan daging babi itu seseorang menjadi batu sandungan bagi orang lain [terutama di hadapan orang-orang yang mengharamkan babi], maka sebaiknya ia tidak makan babi (lih. Rom 14:21). Hal inilah yang dianjurkan oleh Rasul Paulus (lih. 1 Kor 8:13). Dalam hal ini memang diperlukan prudence/kebijaksanaan dari pihak kita untuk menyikapinya dan memutuskannya”. Hal ini merupakan sebuah pertanda bahwa untuk menjaga kedamaian dan menghindari perselisihan maka umat kristiani dilarang harus mengambil keputusan yang tepat terhadap memakan daging babi seperti yang Paulus katakan. (http://www.katolisitas.org/bolehkah-kita-sebagai-murid-kristus-makan-babi/)

10. Mengonsumsi Daging Babi Berdampak Kepada Perilaku Orang yang Memakannya

Menurut Muhammad Abduh, ilmuwan Islam dan juga salah satu penulis jurnal The Firmest Bond dalam kesempatannya menghadiri pertemuan dengan mahasiswa di Paris. Dalam pertemuan tersebut seorang mahasiswa menanyakan tentang persoalan babi yang mengandung cacing pita, mikroba, dan bakteri berbahaya. Kemudian Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut. Ia menjawabnya dengan melakukan percobaan di depan mahasiswa. Lalu, ia pun meminta kepada panitia acara supaya menghadirkan 2 ekor ayam jantan dan seekor ayam betina. Juga 2 ekor babi jantan dan seekor babi betina.

Setelah hewan-hewan tersebut dihadirkan. Muhammad Abduh meminta supaya 2 ekor ayam jantan dan seekor ayam tersebut supaya dimasukkan dalam satu kandang. Beberapa saat kemudian, 2 ayam jantan tersebut saling berkelahi mati-matian memperebutkan ayam betina, Muhammad Abduh pun meminta panitia acara untuk memisahkan ayam tersebut. Setelah itu, Muhammad Abduh meminta supaya 2 ekor babi jantan dan seekor babi betina dimasukkan dalam satu kandang. Berbeda dengan di awal, tidak ada perkelahian sama sekali antara kedua babi jantan untuk memperebutkan babi betina, malah satu babi jantan membantu babi jantan yang lain dalam melaksanakan hajat seksualnya pada babi betina tanpa rasa cemburu sedikit pun.


Setelah para mahasiswa menyaksikan kelakuan babi tersebut, Muhammad Abduh menjelaskan bahwa mengkonsumsi daging babi dapat mematikan semangat dan menularkan sifat-sifat buruk bagi orang yang memakannya. Muhammad Abduh mengatakan kepada para mahasiswa bahwa hal tersebutlah yang terjadi pada mereka. Dimana seorang laki-laki membiarkan istrinya bersama lelaki lain tanpa rasa cemburu dan juga dimana seorang bapak membiarkan anak perempuannya bersama lelaki asing tanpa ada rasa was-was. (http://m.halhalal.com/dampak-mengkonsumsi-babi-terhadap-perilaku/)
Latest

1 komentar:

www.duniasichelsea.blogspot.com

QQTAIPAN .ORG | QQTAIPAN .NET | TAIPANQQ .VEGAS
-KARTU BOLEH BANDING, SERVICE JANGAN TANDING !-
Jangan Menunda Kemenangan Bermain Anda!!
Segera Daftarkan User ID nya & Mainkan Kartu Bagusnya.
Dengan minimal Deposit hanya Rp 20.000,-
1 user ID sudah bisa bermain 7 Permainan.
• BandarQ
• AduQ
• Capsa
• Domino99
• Poker
• Bandarpoker.
• Sakong
Kami juga akan memudahkan anda untuk pembuatan ID dengan registrasi secara gratis.
Untuk proses DEPO & WITHDRAW langsung ditangani oleh
customer service kami yang profesional dan ramah.
NO SYSTEM ROBOT!!! 100 % PLAYER Vs PLAYER
Anda Juga Dapat Memainkannya Via Android / IPhone / IPad
Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami-Online 24jam ????
• WA: +62 813 8217 0873
• BB : D60E4A61
• BB : 2B3D83BE
Come & Join Us!?


EmoticonEmoticon