11 Hal Mengejutkan Tentang Rokok yang Banyak Orang Tidak Ketahui

Kita tahu bahwa rokok tersebar luas di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Mayoritas orang pasti telah atau pernah mengonsumsi rokok. Memang telah menjadi hal umum keberadaan rokok ini. Kita pasti sering melihat orang-orang dimanapun dan kapanpun memegang barang yang mengandung bahan kimia berbahaya ini. Tahukah anda bahwa ternyata barang ini sangat merugikan baik diri anda maupun orang lain. Kali ini saya akan mengulas fakta-fakta mengenai rokok dan hal-hal lainnya yang terkait.

1. Jumlah Perokok di Indonesia Berada di Peringkat 5 Besar Dunia

Dilansir oleh The Tobacco Atlas bahwa jumlah perokok di Indonesia lebih dari 2.677.000 anak-anak dan 53.767.000 orang dewasa. Setiap tahunnya di Indonesia mengalami 217.400 kematian yang disebabkan oleh rokok. (http://www.tobaccoatlas.org/country-data/indonesia/)

2. Perokok Pasif Lebih Berbahaya Terkena Berbagai Macam Penyakit Dibanding dengan Perokok Aktif

         Perokok pasif berpotensi mendapatkan penyakit yang berhubungan dengan gangguan pernafasan layaknya asma atau kanker paru-paru. Asma, sulit bernafas, hingga batuk berkepanjangan berisiko didapatkan para perokok pasif. Disamping itu, kanker paru-paru juga bisa disebabkan oleh asap rokok yang tidak sengaja dihirup perokok pasif. Sebuah data bahkan menunjukkan bahwa 20-30% penderita kanker paru-paru di dunia ternyata adalah perokok pasif. Selain itu, perokok pasif juga berisiko mendapatkan serangan jantung atau stroke secara mendadak karena darah yang terpapar kandungan asap rokok cenderung menjadi lebih lengket dan memicu penyumbatan pada pembuluh darah. (http://www.alodokter.com/bahaya-menjadi-perokok-pasif)

3. Komposisi Bahan yang Terdapat dalam Rokok Lebih Dari 4.000 Macam Senyawa

Kalau kita pernah melihat bungkus rokok, disana hanya akan tertulis komposisi bahan berupa Tar dan Nikotin. Padahal penelitian menemukan bahwa terdapat 4000 macam senyawa serta 400 racun lainnya yang muncul ketika proses pembakaran. (http://koaladigital.blogspot.com/2015/01/inilah-kandungan-yang-ada-dalam-rokok.html dan http://www.sampoerna.com/id_id/our_products/pages/what_is_in_cigarette_smoke.aspx)

4. Tidak Adanya Fakta Mengenai Nikotin yang Terdapat Pada Tanaman Lainnya

Mungkin kita pernah mendengar jika seseorang mengatakan atau menemukan sebuah artikel bahwa ada tanaman lainnya yang mengandung Nikotin. Faktanya tidak ada penjelasan yang benar mengenai pendapat ini. Bahwasanya ini merupakan sebuah pembenaran dari rokok itu sendiri agar dikaitkan dengan sayuran yang biasa kita konsumsi. (https://komunitaskretek.or.id/ragam/2015/02/memahami-nikotin-dan-tar/)

5. Didalam Rokok Terdapat Kandungan Gula yang Tinggi

Journal of the American Medical Association (JAMA) menyatakan bahwa merokok dan diabetes memang saling terkait, sebab merokok dapat menyebabkan diabetes dan merokok akan memperparah penyakit gula seseorang. Risiko terkena penyakit diabetes bagi orang yang merokok 20 batang per hari sebesar 61% sedangkan orang yang dikategorikan perokok ringan berisiko sebesar 29%. (https://www.deherba.com/merokok-dan-diabetes.html)

6. Merokok Sambil Meminum Kopi Merupakan Suatu Hal yang Buruk

     Bagi banyak orang, rokok dan kopi selalu berjalan seiringan seperti pasangan kekasih. Kecenderungan merokok saat minum kopi atau sebaliknya, telah ada sejak berabad-abad lalu. Namun, menurut sebuah studi oleh Charalambos Vlachopoulos, MD dan rekan-rekannya dari departemen kardiologi di Athens Medical School, merokok dan kopi berinteraksi satu sama lain dan menghasilkan efek yang sangat berbahaya pada jantung karena akan terjadi kekakuan arteri pada pembuluh darah dalam jangka panjang. (https://bramardianto.com/efek-berbahaya-merokok-diselingi-minum-kopi.html)


7. Menimbulkan Risiko Kesehatan Pada Tubuh dan Ketergantungan Terhadap Rokok

Memang kalau rokok yang biasa dikonsumsi masyarakat akan menimbulkan penyakit dan ketergantungan. Sudah banyak data-data yang tersebar secara luas di internet. Bukannya sebuah pembohongan publik dan pengalihan isu, tetapi itulah data yang sebenarnya. Bahkan Sampoerna didalam websitenya menyetujui hal itu. (http://www.sampoerna.com/id_id/our_products/ingredients/pages/ingredients.aspx# dan http://www.sampoerna.com/id_id/tobacco_regulation/smoking_and_health/pages/smoking_and_health.aspx)

8. Mendapatkan Ketenangan dan Meningkatkan Konsentrasi

Ini adalah suatu hal yang salah diartikan oleh kebanyakan perokok. Sebenarnya mereka bukan ingin mendapatkan ketenangan dan fokus, hanya saja mereka menggunakan alasan itu untuk melanjutkan kegiatan yang tidak menyehatkan ini. (https://hellosehat.com/dampak-psikologis-merokok/)

9. Filter Pada Rokok Tidak Mempengaruhi Jumlah Nikotin yang Masuk Kedalam Tubuh

Hal ini merupakan strategi marketing yang dibuat oleh produsen rokok agar produknya laku terjual di pasaran. Padahal tingkat bahayanya sama saja baik yang dengan Filter maupun non-Filter. (https://pulauherbal.com/jurnal/2576-rokok-putih-lebih-aman-daripada-rokok-kretek-anda-percaya.html)

10. Rokok Elektrik Lebih Berbahaya Dibandingkan dengan Rokok Tembakau

Banyak para peneliti yang sudah mengemukakan pendapatnya mengenai hal ini, salah satunya Tjandra Yoga Aditama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementrian Kesehatan. Beliau mengatakan bahwa larutan nikotin yang ada didalam rokok elektrik memiliki komposisi yang berbeda dan umumnya ada 4 jenis campuran. Akan tetapi 4 jenis campuran ini masing-masing mengandung Nikotin dan Propilen Glikol. (https://hellosehat.com/rokok-elektrik-tembakau-mana-lebih-aman/)

11. Pecandu Narkoba Hampir 100% Berasal dari Perokok

Kecanduan alkohol dan narkoba ternyata berhubungan erat dengan aktivitas merokok. Penelitian terbaru yang dilakukan National Center on Addiction and Substance Abuse (CASA) menunjukkan 90% pecandu narkoba (narkotika dan bahan bebahaya) di Amerika Serikat mulai kecanduan sebelum usai 18 tahun. Dan yang lebih menarik 25% orang mulai mencoba setelah mengenal rokok. (https://health.detik.com/read/2011/06/30/151659/1671881/763/pecandu-narkoba-banyak-berawal-dari-kecanduan-rokok)

Mungkin Anda sudah terbiasa mendengar bahaya merokok terhadap tubuh, namun Anda tetap tidak menghentikan kebiasaan mengisap rokok karena merasa saat ini kesehatan Anda masih baik-baik saja. Perlu diingat, merokok sama saja seperti menabung racun pada tubuh yang sedikit demi sedikit bisa menumpuk jika dilakukan terus-menerus. Dengan begitu, risiko menderita penyakit pun akan lebih tinggi pada masa tua.

(Rivaldi)


EmoticonEmoticon