Kita tahu bahwa rokok tersebar luas di
seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Mayoritas orang pasti telah atau
pernah mengonsumsi rokok. Memang telah menjadi hal umum keberadaan rokok ini. Kita
pasti sering melihat orang-orang dimanapun dan kapanpun memegang barang yang mengandung
bahan kimia berbahaya ini. Tahukah anda bahwa ternyata barang ini sangat
merugikan baik diri anda maupun orang lain. Kali ini saya akan mengulas
fakta-fakta mengenai rokok dan hal-hal lainnya yang terkait.
1.
Jumlah Perokok di Indonesia Berada di Peringkat 5 Besar Dunia
Dilansir oleh The Tobacco Atlas bahwa jumlah perokok di Indonesia lebih dari 2.677.000
anak-anak dan 53.767.000 orang dewasa. Setiap tahunnya di Indonesia mengalami 217.400
kematian yang disebabkan oleh rokok. (http://www.tobaccoatlas.org/country-data/indonesia/)
2.
Perokok Pasif Lebih Berbahaya Terkena Berbagai Macam Penyakit Dibanding dengan
Perokok Aktif
Perokok
pasif berpotensi mendapatkan penyakit yang berhubungan dengan gangguan
pernafasan layaknya asma atau kanker paru-paru. Asma, sulit bernafas, hingga
batuk berkepanjangan berisiko didapatkan para perokok pasif. Disamping itu,
kanker paru-paru juga bisa disebabkan oleh asap rokok yang tidak sengaja
dihirup perokok pasif. Sebuah data bahkan menunjukkan bahwa 20-30% penderita
kanker paru-paru di dunia ternyata adalah perokok pasif. Selain itu, perokok
pasif juga berisiko mendapatkan serangan jantung atau stroke secara mendadak
karena darah yang terpapar kandungan asap rokok cenderung menjadi lebih lengket
dan memicu penyumbatan pada pembuluh darah. (http://www.alodokter.com/bahaya-menjadi-perokok-pasif)
3.
Komposisi Bahan yang Terdapat dalam Rokok Lebih Dari 4.000 Macam Senyawa
Kalau kita pernah melihat bungkus rokok,
disana hanya akan tertulis komposisi bahan berupa Tar dan Nikotin. Padahal penelitian
menemukan bahwa terdapat 4000 macam senyawa serta 400 racun lainnya yang muncul
ketika proses pembakaran. (http://koaladigital.blogspot.com/2015/01/inilah-kandungan-yang-ada-dalam-rokok.html
dan http://www.sampoerna.com/id_id/our_products/pages/what_is_in_cigarette_smoke.aspx)
4.
Tidak Adanya Fakta Mengenai Nikotin yang Terdapat Pada Tanaman Lainnya
Mungkin kita pernah mendengar jika seseorang
mengatakan atau menemukan sebuah artikel bahwa ada tanaman lainnya yang
mengandung Nikotin. Faktanya tidak ada penjelasan yang benar mengenai pendapat
ini. Bahwasanya ini merupakan sebuah pembenaran dari rokok itu sendiri agar dikaitkan
dengan sayuran yang biasa kita konsumsi. (https://komunitaskretek.or.id/ragam/2015/02/memahami-nikotin-dan-tar/)
5.
Didalam Rokok Terdapat Kandungan Gula yang Tinggi
Journal
of the American Medical Association (JAMA) menyatakan bahwa merokok dan diabetes memang
saling terkait, sebab merokok dapat menyebabkan diabetes dan merokok akan
memperparah penyakit gula seseorang. Risiko terkena penyakit diabetes bagi
orang yang merokok 20 batang per hari sebesar 61% sedangkan orang yang
dikategorikan perokok ringan berisiko sebesar 29%. (https://www.deherba.com/merokok-dan-diabetes.html)
6.
Merokok Sambil Meminum Kopi Merupakan Suatu Hal yang Buruk
Bagi
banyak orang, rokok dan kopi selalu berjalan seiringan seperti pasangan kekasih.
Kecenderungan merokok saat minum kopi atau sebaliknya, telah ada sejak
berabad-abad lalu. Namun, menurut sebuah studi oleh Charalambos Vlachopoulos,
MD dan rekan-rekannya dari departemen kardiologi di Athens Medical School, merokok dan kopi berinteraksi satu sama lain
dan menghasilkan efek yang sangat berbahaya pada jantung karena akan terjadi
kekakuan arteri pada pembuluh darah dalam jangka panjang. (https://bramardianto.com/efek-berbahaya-merokok-diselingi-minum-kopi.html)
7.
Menimbulkan Risiko Kesehatan Pada Tubuh dan Ketergantungan Terhadap Rokok
Memang kalau rokok yang biasa dikonsumsi
masyarakat akan menimbulkan penyakit dan ketergantungan. Sudah banyak data-data
yang tersebar secara luas di internet. Bukannya sebuah pembohongan publik dan
pengalihan isu, tetapi itulah data yang sebenarnya. Bahkan Sampoerna didalam websitenya
menyetujui hal itu. (http://www.sampoerna.com/id_id/our_products/ingredients/pages/ingredients.aspx#
dan http://www.sampoerna.com/id_id/tobacco_regulation/smoking_and_health/pages/smoking_and_health.aspx)
8.
Mendapatkan Ketenangan dan Meningkatkan Konsentrasi
Ini adalah suatu hal yang salah diartikan
oleh kebanyakan perokok. Sebenarnya mereka bukan ingin mendapatkan ketenangan dan
fokus, hanya saja mereka menggunakan alasan itu untuk melanjutkan kegiatan yang
tidak menyehatkan ini. (https://hellosehat.com/dampak-psikologis-merokok/)
9.
Filter Pada Rokok Tidak Mempengaruhi Jumlah Nikotin yang Masuk Kedalam Tubuh
Hal ini merupakan strategi marketing yang
dibuat oleh produsen rokok agar produknya laku terjual di pasaran. Padahal
tingkat bahayanya sama saja baik yang dengan Filter maupun non-Filter. (https://pulauherbal.com/jurnal/2576-rokok-putih-lebih-aman-daripada-rokok-kretek-anda-percaya.html)
10.
Rokok Elektrik Lebih Berbahaya Dibandingkan dengan Rokok Tembakau
Banyak para peneliti yang sudah mengemukakan
pendapatnya mengenai hal ini, salah satunya Tjandra Yoga Aditama, Kepala Badan
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementrian Kesehatan. Beliau
mengatakan bahwa larutan nikotin yang ada didalam rokok elektrik memiliki
komposisi yang berbeda dan umumnya ada 4 jenis campuran. Akan tetapi 4 jenis
campuran ini masing-masing mengandung Nikotin dan Propilen Glikol. (https://hellosehat.com/rokok-elektrik-tembakau-mana-lebih-aman/)
11.
Pecandu Narkoba Hampir 100% Berasal dari Perokok
Kecanduan alkohol dan narkoba ternyata
berhubungan erat dengan aktivitas merokok. Penelitian terbaru yang dilakukan National Center on Addiction and Substance
Abuse (CASA) menunjukkan 90% pecandu narkoba (narkotika dan bahan bebahaya)
di Amerika Serikat mulai kecanduan sebelum usai 18 tahun. Dan yang lebih
menarik 25% orang mulai mencoba setelah mengenal rokok. (https://health.detik.com/read/2011/06/30/151659/1671881/763/pecandu-narkoba-banyak-berawal-dari-kecanduan-rokok)
Mungkin Anda sudah terbiasa mendengar bahaya
merokok terhadap tubuh, namun Anda tetap tidak menghentikan kebiasaan mengisap
rokok karena merasa saat ini kesehatan Anda masih baik-baik saja. Perlu
diingat, merokok sama saja seperti menabung racun pada tubuh yang sedikit demi
sedikit bisa menumpuk jika dilakukan terus-menerus. Dengan begitu, risiko
menderita penyakit pun akan lebih tinggi pada masa tua.
(Rivaldi)












EmoticonEmoticon