10 Fakta Seputar Daging Babi yang Membuat Anda Terkejut

Banyak sekali berbagai macam bahan makanan yang ada di seluruh dunia. Hal itu dipengaruhi oleh tiga faktor penting. faktor tersebut berupa iklim, sumber daya alam, dan kebiasaan/budaya masyarakat. Menurut Fadly Rahman, Sebagai Sejarawan dan Pegiat Food Studies dalam tulisannya mengatakan bahwa ada juga faktor lainnya diluar tiga hal diatas. Beliau sangat yakin jika ada beberapa aspek historis yang mempengaruhi di samping kebudayaan masyarakat. Contohnya Bali yang merupakan suatu kawasan dengan kuliner yang cukup unik karena terpengaruh oleh beberapa nilai religius. Dengan dilarangnya memotong sapi oleh umat hindu sebagai mayoritas disana, membuat mayoritas masyarakat bali menjadikan daging babi sebagai konsumsi daging utama. Ternyata dibalik itu semua, kontroversi dan pertentangan tentang daging babi membuat banyak orang bingung terhadap hal tersebut. Disini saya akan memberikan fakta mengenai daging babi dengan penjelasan ilmiahnya dan juga meluruskan pembenaran terhadap hal-hal baik bila mengonsumsi daging babi.

1. Daging Babi Merupakan Rumahnya Cacing Pita

Meski umum dikonsumsi dan dianggap sebagai salah satu sumber protein yang bagus dan kaya akan vitamin B1, daging babi memiliki risiko infeksi cacing pita. Tubuh babi sendiri merupakan inang sementara yang akan menyempurnakan proses infeksi cacing pita hingga menjadi larva. Setelah menjadi larva, infeksi dalam tubuh babi telah sempurna dan membutuhkan tempat baru untuk siklus selanjutnya. Manusia adalah inang utama untuk melanjutkan siklus cacing pita dari larva menjadi dewasa.

Beberapa gejala yang menandakan seseorang terkena infeksi cacing pita bisa berupa gejala ringan yang tidak spesifik. Gejala-gejala tersebut, antara lain berupa diare, mual, sakit perut, atau sembelit. Di negara-negara endemik sistiserkosis, gejala dapat terlihat atau dirasakan dengan jelas karena berbentuk benjolan kecil yang berada di balik permukaan kulit. Infeksi cacing pita di dalam otak biasa dikenal dengan sebutan  neurosistiserkosis. Gejalanya bisa berupa sakit kepala kronis, kebutaan, dan epilepsi yang menyerang berulang kali. (http://www.alodokter.com/daging-babi-adalah-rumahnya-cacing-pita)

2. Memakan Bacon Akan Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Mengutip dari The Independent bahwa penelitian menemukan bahwa menyantap bacon lebih dari tiga potong per hari dapat meningkatkan potensi penyakit jantung. Kemungkinan ini bisa saja meningkat sampai seperempat kali lipatnya. Kembali pada penelitian pada tahun 1970, bila  menyantap 50 gram daging olahan per hari akan meningkatkan risiko kematian dari penyakit jantung hingga 24%. Hal tersebut juga akan mempengaruhi risiko diabetes sampai 32% dan kanker yang sebesar 8%. Penelitian lain juga dilakukan oleh Karolinska Institute di Stockholm, Swedia. Penelitian tersebut menghasilkan tentang bahaya menyantap daging merah seperti babi dan aneka olahan daging seperti bacon ini. (http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160908165319-255-157092/makan-lebih-dari-3-iris-bacon-per-hari-berisiko-sakit-jantung/)

3. Lemak Babi Banyak Manfaatnya Namun Risiko yang Ditimbulkan Lebih Tinggi

Lemak Babi atau Lard adalah lemak dari hewan babi yang disimpan di seluruh bagian babi. Ukraina merupakan salah satu negara yang menjadikan lemak babi sebagai hidangan nasional. Disana lemak babi juga diolah sebagai obat serta bahan kosmetik. Mengonsumsi lemak babi juga bertujuan untuk memperkuat sistem kardiovaskular. Lemak babi ini mengandung bebagai macam vitamin, zinc asam linoleat, dll.

Dibalik manfaat lemak babi yang segudang, ia memiliki bahaya yang lebih tinggi dari manfaatnya. Lemak babi memiliki zat karsinogenik yang membahayakan tubuh, sehingga penggunaannya menimbulkan kolesterol yang sangat tinggi. Tidak hanya itu, lemak babi juga dapat menyakiti saluran pencernaan serta kontraindikasi terhadap orang yang memiliki penyakit ginjal. Para dokter juga tidak menyarankan untuk menjadikan lemak babi sebagai sumber utama vitamin walaupun vitamin yang terkandung sangat bermacam-macam. (http://simphealth.com/id/pages/1656519)

4. Para Peneliti Berusaha Untuk Menambahkan Lendir Babi ke Susu Formula Bayi

Beberapa peneliti sedang mencoba untuk mengupayakan penambahan lendir  dalam susu formula bayi. Lendir ini didapatkan dari bagian dalam perut babi. Menurut Katharina Ribbeck, Insinyur Biologi Massachusetts Technology Institute bahwa susu formula bayi tidak memiliki unsur kekebalan sistem tubuh seperti susu ibu, sehingga penambahan mucin atau protein yang didapat dari lendir babi merupakan terobosan baru untuk melindungi sel-sel tubuh dari infeksi HPV, Influenza A, dan Merkel Cell Polyomavirus.

Mucin tersebut mungkin saat ini sudah ditambahkan pada beberapa produk susu formula bayi. Walaupun begitu penelitian itu masih harus diteliti lagi untuk menunjukan manfaatnya pada manusia. Katharina menambahkan bahwa di masa depan, para peneliti mungkin dapat menemukan cara untuk memproduksi mucin sintetis secara besar-besaran. (https://health.detik.com/read/2012/05/13/140128/1915991/1300/penelitian-lendir-babi-akan-ditambah-ke-susu-bayi-untuk-perkuat-imunitas)

5. Daging Babi Tercemar oleh Urinnya Sendiri

Menurut A.V. Nalbandov di dalam bukunya yang berjudul Reproductive Physiology of Mammals and Birds mengatakan bahwa kantung urin babi (vesica urinaria) sering bocor, sehingga urin babi merembes ke dalam dagingnya. Akibatnya, daging babi tercemari oleh kotoran yang mestinya dibuang bersama urin. Banyak orang yang berspekulasi seperti menyamakan hal ini dengan bagian usus dan hati sapi atau kambing. Orang-orang mengatakan bahwa usus dilewati kotoran setiap harinya, sedangkan hati menjadi tempat penyaringan darah dari penyakit. Padahal ketika kotoran melewati bagian usus, disana usus hanya sebagai tempat penyaluran atau penghantar saja. Bukan berarti usus menyerap kotoran yang disalurkan atau dihantarkan. Begitu pula dengan hati sebagai tempat penyaringan darah. Darah yang tersaring akan dialirkan kembali dan kotoran beserta penyakit yang disaring di hati akan dibuang. Dengan kata lain tidak seperti perkataan A.V. Nalbandov diatas yang menyatakan bahwa urin babi meresap ke dalam dagingnya. (https://www.amazon.com/Reproductive-Physiology-Mammals-Birds-agricultural/dp/0716708434)


6. Penyakit Meningitis Streptococcus Suis Ditimbulkan Dari Daging Babi

Meningitis Streptococcus Suis atau MSS belum lama ini terjadi di Bali. Hal tersebut diungkapkan oleh Gede Wira Sunetra, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehetan Provinsi Bali bahwa penyakit MSS merupakan meningitis bakteri akut zoonosis. Penyakit ini disebabkan oleh babi yang ditularkan ke manusia. Semisal warga mengonsumsi makanan berbahan dasar babi mentah, darah segar, usus, jeroan, dan daging yang terinfeksi. (http://news.okezone.com/read/2017/03/14/340/1641988/ini-gejala-penyakit-mss-yang-ditimbulkan-dari-daging-babi)

7. Daging Babi Pemicu Meningkatnya Penyakit Asam Urat

Hal ini yang mungkin jarang diketahui oleh orang-orang. Daging babi termasuk salah satu pemicu meningkatnya asam urat. Asam urat itu sendiri merupakan salah satu senyawa nitrogen yang diproduksi dari hasil katabolisme purin atau juga dari asam nukleat endogen. Jika anda terlalu banyak mengonsumsi daging babi, maka produksi asam urat di dalam tubuh akan terus meningkat. (http://penyakitgout.com/)

8. Pembenaran Terhadap Salahnya Video Tentang Percobaan Daging Babi dan Soda

Banyak beredar video yang melakukan eksperimen terhadap daging babi yang disirami oleh coke atau soda. Ketika saya mencari hal-hal terkait dengan video ini, tanpa disengaja saya menemukan sebuah artikel yang berhubungan dengan masalah ini. Kemudian ketika saya melihat isi artikel tersebut, saya terkejut bahwa isi artikelnya tentang penyalahan terhadap video percobaan yang saya tonton. Untuk menghindari kesalahpahaman saya pun membacanya lagi dan menelaahnya. Akhirnya saya mendapatkan kesimpulan bahwa spekulasi dari isi artikel tersebut tidak terbukti secara ilmiah.

Spekulasi pertama dari artikel tersebut adalah “Video mengklaim bahwa cacing telah ditemukan di Coke direndam babi yang berkualitas buruk, dan cacing tidak terlihat jelas”. Kemudian spekulasi yang kedua adalah “Penontin video ini tidak benar-benar tahu berapa lama daging babi tersimpan unrefrigerated dalam paket atau berapa lama daging babi terendam dalam Coke. Itu bisa saja sdah ke sekian hari hari untuk semua kita tahu. Setiap bentuk daging mentah yang di biarkan unrefrigerated untuk jangka waktu yang panjang akhirnya akan mengembangkan belatung”. Lalu yang terakhir “Mungkin apa yang dianggap sebagai cacing atau belatung sebenarnya sesuatu yang lain. Kemungkinan bahwa ini adalah protein dari daging babi yang telah beku karena karbonasi atau asam amino dari coke”. Berdasarkan spekulasi tersebut memang sangat tidak ilmiah dan isinya hanyalah pembenaran terhadap salahnya video percobaan tersebut. (https://indonesianskepticsociety.wordpress.com/2015/02/24/hoax-classic-daging-babi-dan-coke/)



9. Ternyata Umat Kristiani Dilarang Untuk Makan Daging Babi

Di dalam Alkitab terdapat larangan untuk memakan berbagai macam daging babi. Hal itu dijelaskan pada Bab Imamah 11:7-8 dengan isi “Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu (11:7). Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu (11:8)”. Dan juga dijelaskan pada  Bab Ulangan 14:8 dengan isi “Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya (14:8)”.

Dijelaskan oleh Stefanus Tay, MTS dan Ingrid Listiati, MTS di dalam laman webnya mengatakan menjelaskan dua poin dalam hal ini. Yang pertama “Memang bukan soal apa yang masuk yang menajiskan kita (lih. Mat 15:11), sehingga, dengan demikian makanan apapun (asalkan memang dari segi kesehatan layak dimakan) dapat kita makan, termasuk di dalamnya daging babi”. Dengan begitu, kesimpulan yang dapat kita ambil dari poin pertama adalah umat kristiani memang dilarang untuk memakan daging babi. Karena babi itu sendiri memiliki berbagai macam penyakit yang sudah terbukti secara ilmiah dan sesuai fakta. Poin yang kedua adalah “Namun jika dengan memakan daging babi itu seseorang menjadi batu sandungan bagi orang lain [terutama di hadapan orang-orang yang mengharamkan babi], maka sebaiknya ia tidak makan babi (lih. Rom 14:21). Hal inilah yang dianjurkan oleh Rasul Paulus (lih. 1 Kor 8:13). Dalam hal ini memang diperlukan prudence/kebijaksanaan dari pihak kita untuk menyikapinya dan memutuskannya”. Hal ini merupakan sebuah pertanda bahwa untuk menjaga kedamaian dan menghindari perselisihan maka umat kristiani dilarang harus mengambil keputusan yang tepat terhadap memakan daging babi seperti yang Paulus katakan. (http://www.katolisitas.org/bolehkah-kita-sebagai-murid-kristus-makan-babi/)

10. Mengonsumsi Daging Babi Berdampak Kepada Perilaku Orang yang Memakannya

Menurut Muhammad Abduh, ilmuwan Islam dan juga salah satu penulis jurnal The Firmest Bond dalam kesempatannya menghadiri pertemuan dengan mahasiswa di Paris. Dalam pertemuan tersebut seorang mahasiswa menanyakan tentang persoalan babi yang mengandung cacing pita, mikroba, dan bakteri berbahaya. Kemudian Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut. Ia menjawabnya dengan melakukan percobaan di depan mahasiswa. Lalu, ia pun meminta kepada panitia acara supaya menghadirkan 2 ekor ayam jantan dan seekor ayam betina. Juga 2 ekor babi jantan dan seekor babi betina.

Setelah hewan-hewan tersebut dihadirkan. Muhammad Abduh meminta supaya 2 ekor ayam jantan dan seekor ayam tersebut supaya dimasukkan dalam satu kandang. Beberapa saat kemudian, 2 ayam jantan tersebut saling berkelahi mati-matian memperebutkan ayam betina, Muhammad Abduh pun meminta panitia acara untuk memisahkan ayam tersebut. Setelah itu, Muhammad Abduh meminta supaya 2 ekor babi jantan dan seekor babi betina dimasukkan dalam satu kandang. Berbeda dengan di awal, tidak ada perkelahian sama sekali antara kedua babi jantan untuk memperebutkan babi betina, malah satu babi jantan membantu babi jantan yang lain dalam melaksanakan hajat seksualnya pada babi betina tanpa rasa cemburu sedikit pun.


Setelah para mahasiswa menyaksikan kelakuan babi tersebut, Muhammad Abduh menjelaskan bahwa mengkonsumsi daging babi dapat mematikan semangat dan menularkan sifat-sifat buruk bagi orang yang memakannya. Muhammad Abduh mengatakan kepada para mahasiswa bahwa hal tersebutlah yang terjadi pada mereka. Dimana seorang laki-laki membiarkan istrinya bersama lelaki lain tanpa rasa cemburu dan juga dimana seorang bapak membiarkan anak perempuannya bersama lelaki asing tanpa ada rasa was-was. (http://m.halhalal.com/dampak-mengkonsumsi-babi-terhadap-perilaku/)

7 Perlakukan Orang Tua Terhadap Anak yang Seharusnya Tidak Dilakukan Agar Perkembangan Anak Menjadi Baik

Orang tua merupakan panutan bagi anak. Dia adalah contoh yang paling sering dilihat oleh anak. Cara orang tua bersikap adalah sesuatu yang penting. Pola asuh orang tua menjadi sorotan utama dalam membentuk kepribadian sang anak. Namun, tanpa disadari ada beberapa hal yang ternyata sering dilakukan orang tua tetapi ternyata tidak baik untuk anak. Hal itu dapat mempengaruhi segi kepribadian anak, sehingga kepribadian anak dapat menjadi pendiam, penakut, ragu-ragu, dll. Inilah hal-hal yang sering dilakukan orang tua akan tetapi tidak baik untuk perkembangan kepribadian anak.

1. Memaksakan Anak Dalam Hal Belajar

Hal yang satu ini bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Walaupun belajar itu memang menjadi kewajiban anak, tetapi memaksakan anak untuk belajar adalah hal yang buruk. Terkadang anak merasa malas dan lambat dengan aktivitas belajarnya. Sebab itu sebelum menuding anak dengan hal yang tidak-tidak, kita perlu untuk mengenal bagaimana gaya serta metode belajar anak agar pelajaran dapat terserap masuk dan menambah keilmuannya. Menurut Putu Andita, Psikolog Anak dan Remaja dari TigaGenerasi menjelaskan bahwa jika anak dipaksa untuk belajar dan tidak sesuai dengan gayanya, informasi yang diserap akan menjadi tidak optimal. (http://lifestyle.kompas.com/read/2016/09/30/111500223/ini.akibatnya.jika.memaksa.anak.belajar.tak.sesuai.gayanya)

2. Memberikan Uang Saku Terhadap Anak Secara Berlebihan

Memberikan uang saku anak dapat menjadikannya sebagai pengalaman yang bagus untuk anak. Akan tetapi jika diberikannya secara berlebihan maka akan membuat anak jadi semakin tidak mandiri dalam urusan uang saku. Berikanlah anak jumlah uang saku yang sesuai agar anak terpikirkan untuk berhemat serta berhati-hati.

Untuk memulai pemberian uang saku ke anak hendaknya diberikan jika anak sudah paham dengan konsep uang dan angka. Kira-kira anak sudah paham akan kedua hal itu dikisaran umur 5 tahun. Akan tetapi, cobalah untuk menghentikan pemberian uang saku ketika sang anak berumur 12 tahun. Buatlah dia meningkatkan pemahamannya tentang uang saku dan membuat ia memperoleh uang sakunya sendiri dengan melakukan “pekerjaan berupah”. Di usia ini, anak sangat perlu belajar mengelola pendapatannya sendiri. (https://keluarga.com/493/4-tips-jitu-untuk-memberikan-uang-saku-kepada-anak)

3. Tidak Membatasi Anak Dalam Bermain Gadget

Di era digital ini, sudah menjadi hal umum bila anak-anak tidak terlepas dari yang namanya gadget. Bahkan anak usia dini pun kini telah memainkannya. Maka dari itu, orang tua sangat perlu untuk membatasi anak dalam menggunakan gadget agar sang anak mampu mengembangkan aspek-aspek penting dalam hidupnya. Bukan berarti membatasi anak dalam bermain gadget adalah pelanggaran hak anak, hal itu tergantung dari alasannya. Apakah itu untuk kepentingan sang anak atau untuk kepentingan orang tua itu sendiri. (http://www.parenting.co.id/usia-sekolah/membatasi+gadget+%3D+pelanggaran+hak+anak%3F)

4. Tidak Memperhatikan dan Acuh Terhadap Perkembangan Anak

Orang tua yang selalu sibuk dengan pekerjaannya mungkin memiliki waktu yang kurang dalam memperhatikan si anak. Mungkin ada beberapa orang tua yang beralasan bahwa prioritas itu untuk kepentingan keluarga dan anak. Pada tahun 1960-an, peneliti menemukan tiga jenis pola asuh terhadap anak. Beberapa tahun kemudian, para peneliti menambahkan satu jenis pola asuh dengan nama uninvolved parenting. Orang tua yang menerapkan pola asuh ini memiliki sedikit atau tidak sama sekali kontrol terhadap anak. Mereka cenderung tidak acuh terhadap anak serta kurangnya respon terhadap kebutuhan si anak. (http://ibudanmama.com/pola-asuh/dampak-orang-tua-cuek-pada-anak/)

Baca Juga: 11 Hal Yang Mungkin Tidak Anda Ketahui Mengenai Kopi Di Pagi Hari

5. Mengabaikan Pemberian Pelajaran Moral Kepada Anak

Banyak dari orang tua yang kurang memperhatikan masalah ini. Padahal pemberian pelajaran moral kepada anak sangat penting. Moral yang baik harus tertanam dalam diri anak. Jika tidak, maka anak akan terbentuk dengan memiliki kepribadian yang buruk. Dengan begitu, si anak akan susah untuk hidup berdampingan di dalam masyarakat. Kebaikan dan akhlak yang baik tidak dapat muncul begitu saja. Ia perlu dituntun dan diajarkan agar anak lebih paham mengapa moral sangat diurgensikan. (https://muslimah.or.id/1175-orang-tua-yang-lalai-memperhatikan-anak.html)

6. Melakukan Pekerjaan Kantor Di Waktu Libur

Waktu libur seharusnya diberikan sepenuhnya kepada anak. Berikanlah anak waktu untuk berbagi dan berkumpul bersama keluarga agar dia mampu mendekatkan diri dan mendapatkan suatu momen yang indah di dalam keluarga. Tak ada patokan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan momen itu. Yang terpenting ialah selalu berikan waktu berkumpul yang berkualitas terhadap anak. menurut Rowland S. Miller dari Sam Houston University dalam bukunya bahwa komunikasi yang dipupuk oleh keluarga secara rutin akan menghasilkan kedekatan emosional semakin dalam. (http://www.parenting.co.id/dunia-mama/waktu+berkualitas+bersama+anak+)

7. Memaksakan Kehendak Anak Dalam Hal Masa Depan


Sudah menjadi kebiasaan jika orang tua mendidik anak seperti apa yang dia inginkan. Bahkan untuk membuat harapannya menjadi kenyataan, tidak sedikit orang tua yang memaksakan kehendak anak. Orang tua lalu menentukan dan menetapkan masa depan yang harus dilalui sang anak. inilah yang banyak membuat anak mengalami pengaruh buruk bagi perkembangan dan pendidikan anak. Lalu si anak menjalani kehidupan dengan keterpaksaan dan di bawah tekanan orang tua. Hal tersebut menyebabkan anak kehilangan daya kreatifnya yang sedang berkembang di usianya. (http://www.kompasiana.com/roselinatjiptadinata/orang-tua-jangan-memaksakan-kehendak-pada-anak_571582b51d23bd1b0f753a21)

11 Hal Mengejutkan Tentang Rokok yang Banyak Orang Tidak Ketahui

Kita tahu bahwa rokok tersebar luas di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Mayoritas orang pasti telah atau pernah mengonsumsi rokok. Memang telah menjadi hal umum keberadaan rokok ini. Kita pasti sering melihat orang-orang dimanapun dan kapanpun memegang barang yang mengandung bahan kimia berbahaya ini. Tahukah anda bahwa ternyata barang ini sangat merugikan baik diri anda maupun orang lain. Kali ini saya akan mengulas fakta-fakta mengenai rokok dan hal-hal lainnya yang terkait.

1. Jumlah Perokok di Indonesia Berada di Peringkat 5 Besar Dunia

Dilansir oleh The Tobacco Atlas bahwa jumlah perokok di Indonesia lebih dari 2.677.000 anak-anak dan 53.767.000 orang dewasa. Setiap tahunnya di Indonesia mengalami 217.400 kematian yang disebabkan oleh rokok. (http://www.tobaccoatlas.org/country-data/indonesia/)

2. Perokok Pasif Lebih Berbahaya Terkena Berbagai Macam Penyakit Dibanding dengan Perokok Aktif

         Perokok pasif berpotensi mendapatkan penyakit yang berhubungan dengan gangguan pernafasan layaknya asma atau kanker paru-paru. Asma, sulit bernafas, hingga batuk berkepanjangan berisiko didapatkan para perokok pasif. Disamping itu, kanker paru-paru juga bisa disebabkan oleh asap rokok yang tidak sengaja dihirup perokok pasif. Sebuah data bahkan menunjukkan bahwa 20-30% penderita kanker paru-paru di dunia ternyata adalah perokok pasif. Selain itu, perokok pasif juga berisiko mendapatkan serangan jantung atau stroke secara mendadak karena darah yang terpapar kandungan asap rokok cenderung menjadi lebih lengket dan memicu penyumbatan pada pembuluh darah. (http://www.alodokter.com/bahaya-menjadi-perokok-pasif)

3. Komposisi Bahan yang Terdapat dalam Rokok Lebih Dari 4.000 Macam Senyawa

Kalau kita pernah melihat bungkus rokok, disana hanya akan tertulis komposisi bahan berupa Tar dan Nikotin. Padahal penelitian menemukan bahwa terdapat 4000 macam senyawa serta 400 racun lainnya yang muncul ketika proses pembakaran. (http://koaladigital.blogspot.com/2015/01/inilah-kandungan-yang-ada-dalam-rokok.html dan http://www.sampoerna.com/id_id/our_products/pages/what_is_in_cigarette_smoke.aspx)

4. Tidak Adanya Fakta Mengenai Nikotin yang Terdapat Pada Tanaman Lainnya

Mungkin kita pernah mendengar jika seseorang mengatakan atau menemukan sebuah artikel bahwa ada tanaman lainnya yang mengandung Nikotin. Faktanya tidak ada penjelasan yang benar mengenai pendapat ini. Bahwasanya ini merupakan sebuah pembenaran dari rokok itu sendiri agar dikaitkan dengan sayuran yang biasa kita konsumsi. (https://komunitaskretek.or.id/ragam/2015/02/memahami-nikotin-dan-tar/)

5. Didalam Rokok Terdapat Kandungan Gula yang Tinggi

Journal of the American Medical Association (JAMA) menyatakan bahwa merokok dan diabetes memang saling terkait, sebab merokok dapat menyebabkan diabetes dan merokok akan memperparah penyakit gula seseorang. Risiko terkena penyakit diabetes bagi orang yang merokok 20 batang per hari sebesar 61% sedangkan orang yang dikategorikan perokok ringan berisiko sebesar 29%. (https://www.deherba.com/merokok-dan-diabetes.html)

6. Merokok Sambil Meminum Kopi Merupakan Suatu Hal yang Buruk

     Bagi banyak orang, rokok dan kopi selalu berjalan seiringan seperti pasangan kekasih. Kecenderungan merokok saat minum kopi atau sebaliknya, telah ada sejak berabad-abad lalu. Namun, menurut sebuah studi oleh Charalambos Vlachopoulos, MD dan rekan-rekannya dari departemen kardiologi di Athens Medical School, merokok dan kopi berinteraksi satu sama lain dan menghasilkan efek yang sangat berbahaya pada jantung karena akan terjadi kekakuan arteri pada pembuluh darah dalam jangka panjang. (https://bramardianto.com/efek-berbahaya-merokok-diselingi-minum-kopi.html)


7. Menimbulkan Risiko Kesehatan Pada Tubuh dan Ketergantungan Terhadap Rokok

Memang kalau rokok yang biasa dikonsumsi masyarakat akan menimbulkan penyakit dan ketergantungan. Sudah banyak data-data yang tersebar secara luas di internet. Bukannya sebuah pembohongan publik dan pengalihan isu, tetapi itulah data yang sebenarnya. Bahkan Sampoerna didalam websitenya menyetujui hal itu. (http://www.sampoerna.com/id_id/our_products/ingredients/pages/ingredients.aspx# dan http://www.sampoerna.com/id_id/tobacco_regulation/smoking_and_health/pages/smoking_and_health.aspx)

8. Mendapatkan Ketenangan dan Meningkatkan Konsentrasi

Ini adalah suatu hal yang salah diartikan oleh kebanyakan perokok. Sebenarnya mereka bukan ingin mendapatkan ketenangan dan fokus, hanya saja mereka menggunakan alasan itu untuk melanjutkan kegiatan yang tidak menyehatkan ini. (https://hellosehat.com/dampak-psikologis-merokok/)

9. Filter Pada Rokok Tidak Mempengaruhi Jumlah Nikotin yang Masuk Kedalam Tubuh

Hal ini merupakan strategi marketing yang dibuat oleh produsen rokok agar produknya laku terjual di pasaran. Padahal tingkat bahayanya sama saja baik yang dengan Filter maupun non-Filter. (https://pulauherbal.com/jurnal/2576-rokok-putih-lebih-aman-daripada-rokok-kretek-anda-percaya.html)

10. Rokok Elektrik Lebih Berbahaya Dibandingkan dengan Rokok Tembakau

Banyak para peneliti yang sudah mengemukakan pendapatnya mengenai hal ini, salah satunya Tjandra Yoga Aditama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementrian Kesehatan. Beliau mengatakan bahwa larutan nikotin yang ada didalam rokok elektrik memiliki komposisi yang berbeda dan umumnya ada 4 jenis campuran. Akan tetapi 4 jenis campuran ini masing-masing mengandung Nikotin dan Propilen Glikol. (https://hellosehat.com/rokok-elektrik-tembakau-mana-lebih-aman/)

11. Pecandu Narkoba Hampir 100% Berasal dari Perokok

Kecanduan alkohol dan narkoba ternyata berhubungan erat dengan aktivitas merokok. Penelitian terbaru yang dilakukan National Center on Addiction and Substance Abuse (CASA) menunjukkan 90% pecandu narkoba (narkotika dan bahan bebahaya) di Amerika Serikat mulai kecanduan sebelum usai 18 tahun. Dan yang lebih menarik 25% orang mulai mencoba setelah mengenal rokok. (https://health.detik.com/read/2011/06/30/151659/1671881/763/pecandu-narkoba-banyak-berawal-dari-kecanduan-rokok)

Mungkin Anda sudah terbiasa mendengar bahaya merokok terhadap tubuh, namun Anda tetap tidak menghentikan kebiasaan mengisap rokok karena merasa saat ini kesehatan Anda masih baik-baik saja. Perlu diingat, merokok sama saja seperti menabung racun pada tubuh yang sedikit demi sedikit bisa menumpuk jika dilakukan terus-menerus. Dengan begitu, risiko menderita penyakit pun akan lebih tinggi pada masa tua.

(Rivaldi)

11 Hal Yang Mungkin Tidak Anda Ketahui Mengenai Kopi Di Pagi Hari

Apakah anda sering menikmati kopi di pagi hari sebelum memulai aktivitas? Baik kopi hitam saja atau dengan tambahan susu. Bukan hal yang asing bagi masyarakat jika menikmati kopi di pagi hari. Kopi tidak hanya rasanya saja, namun aromanya pun dapat kita nikmati juga. Bagi pecinta kopi, aroma menjadi unsur yang penting dalam menikmati sebuah kopi. Akan tetapi ada beberapa hal yang mungkin anda tidak ketahui mengenai secangkir kopi di pagi hari. Seperti yang dilansir oleh The Huffington Post, inilah 11 Hal Yang Mungkin Tidak Anda Ketahui Mengenai Kopi Di Pagi Hari.

1. Orang-Orang di Seluruh Dunia Menikmati 500 Milliar Cangkir Kopi Tiap Tahunnya

Orang-orang sangat menyukai kopi dengan berbagai jenis rasa dan aromanya.

2. Jika Anda Seorang Wanita yang Mengonsumsi Kopi, Kemungkinan Anda Akan Mengalami Depresi Berisiko Lebih Rendah

Studi yang dilakukan oleh Harvard University bidang Public Health menemukan bahwa diantara wanita yang minum empat atau lebih cangkir kopi per hari mampu menurunkan risiko depresi sebesar 20%. Namun kopi tanpa kafein atau minuman lainnya yang tidak berkafein tidak dapat menurunkan depresi.

3. Aroma Kopi Mampu Membangunkan Kita

Menurut penelitian So Han-Seok Seo yang dilakukan di Seoul National University pada tahun 2008, aroma kopi yang anda hirup mampu membangunkan kita dari tidur. Jadi bila anda adalah orang yang sudah terbiasa dibuatkan kopi sebelum bangun, itu akan membantu anda untuk bangun dari tidur.

4. Dapat Memperbaiki Disfungsi Ereksi

University of Texas Health Science Center di Houston memaparkan bahwa pria yang minum antara 85-170 miligram kafein atau setara dengan dua sampai tiga cangkir kopi sehari dapat memperkecil kemungkinan 42% terkena Disfungsi Ereksi.

5. Dark Roast Coffee Mengandung Lebih Sedikit Kafein Dibandingkan dengan Light Roast Coffee

Meski memliki rasa dan warna yang lebih menantang, sebenarnya Dark Roast Coffee memiliki kafein lebih rendah daripada Light Roast Coffee. Menurut National Public Radio bahwa kafein terbakar selama proses pemanggangan, sehingga kafein yang dihasilkan lebih sedikit.

6. Fakta Iced Coffee akan membuatmu terkejut

Kita tahu bahwa Iced Coffee akan terasa sangat nikmat jika dinikmati pada musim panas. Kami tidak akan mempersalahkan jika anda ingin meminumnya setiap hari. Akan tetapi, jika anda meminum Iced Coffee (bukan kopi panas yang ditambahkan es didalamnya) kafein yang terdapat di dalamnya lebih sedikit. Seperti yang dilansir oleh Time Notes, Iced Coffee yang berada di Starbucks hanya memiliki 165 mg kafein, sementara Dark Roast Coffee dengan ukuran cangkir yang sama memiliki 330 mg kafein. Jadi sebelum anda memesan, perhatikan pesanan anda.

7. Meminum Kopi Sebaiknya Sekitar Pukul 10 Pagi

Jika anda terbiasa meminum kopi setelah bangun tidur, kami tidak akan menyalahkan kebiasaan anda. Akan tetapi, kortisol (hormon yang terkait dengan stres dari bangun pagi) akan berada pada posisi puncak ketika bangun tidur. Ada baiknya anda menunggu beberapa saat untuk meminum kopi setelah anda bangun tidur. ASAP Science dalam videonya menjelaskan bahwa kadar kortisol meningkat sebesar 50% tepat setelah anda bangun tidur. Dalam hal ilmiah disarankan untuk menunggu beberapa jam sebelum meminum kopi dan tubuh anda akan lebih optimal untuk melanjutkan hari.

Baca Juga: Inilah 8 Kebiasaan Buruk di Pagi Hari yang Seharusnya Dihindari

8. Kopi Mencegah Penyakit Alzheimer

Menurut penelitian yang dikemukakan pada Kongres Tahunan Alzheimer Eropa 2014, orang yang minum tiga sampai lima cangkir kopi memiliki risiko 20% lebih rendah terkena penyakit Alzheimer.

9. Bisnis Kopi yang Meningkat dan Mulai Berkembang Dimana-Mana

Faktanya bahwa bisnis ini adalah bisnis yang cepat berkembang diantara bisnis dengan berlabel kedai. Menurut Business Insider, bisnis ini meningkat 7% setiap tahunnya.

10. Perdagangan Kopi Fair Trade Lebih Luas Daripada yang Kita Pikirkan

Industri perdagangan Kopi Fair Trade hadir untuk meningkatkan dan membuat kondisi lebih baik bagi para petani kopi. Seperti yang dijelaskan oleh Majalah Ottencoffee, Kopi Fair Trade adalah kopi yang diproduksi oleh petani kecil, dimana produk dari perkebunan petani-petani kecil ini kemudian dijadikan sebagai pasokan tetap dari instansi seperti produsen minuman kopi atau jaringan kedai kopi dan kosmetik yang menggunakan bahan dasar kopi. Dengan adanya peraturan Fair Trade ini mewajibkan pengimpor dan para petani berhubungan langsung.

11. Kopi Dapat Menambah Semangat dalam Beraktivitas

Membutuhkan suatu hal tambahan sebelum menjalankan aktivitas di pagi hari? Minumlah Sebuah Kopi. Seperti yang dikatakan Molly Kimball, ahli diet dan olahraga Ochsner’s Elmwood Fitness Center di New Orleans kepada Shape.com bahwa kafein dalam kopi dapat meningkatkan ketahanan fisik dan stamina, membuat perjalanan jangka panjang atau lama terasa lebih mudah.

(Rivaldi)

6 Alasan Mengapa Orang Indonesia Sulit Berbahasa Inggris

Data ini diambil dari beberapa sampel saja, namun tidak menutup kemungkinan hal ini terjadi pada diri anda sehingga anda sulit untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.

1. Kita Tidak Pernah Menyukai Pelajaran Bahasa Inggris dan Tidak Pernah Mencoba Menyukainya

Ada sebuah pepatah mengatakan “bisa karena terbiasa“ atau “cinta datang karena telah terbiasa“

2. Kita Lebih Suka Mencontek Tugas Bahasa Inggris Daripada Mengerjakannya Sendiri

Jika anda terbiasa dengan hal ini, segeralah untuk berhenti mencontek, karena kesempatan untuk bisa berbahasa Inggris masih terbuka lebar.

3. Anda Lebih Suka Main Game dan Aktif Di Sosial Media Daripada Belajar Bahasa Inggris

Sekarang ini zaman sudah berubah drastis yang mengakibatkan banyak siswa lebih suka main game, internetan, browsing, chattingan, daripada belajar bahasa inggris.


4. Lebih Sering Memutar Lagu Dangdut Daripada Lagu Berbahasa Inggris

Jika anda ingin meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, setidaknya membiasakan diri untuk mendengarkan lagu barat.

5. Mempunyai Gadget Canggih Tapi Tidak Pernah Menginstal Aplikasi Seputar Pelajaran Bahasa Inggris

Anda mempunyai gadget versi terbaru tapi hanya berisikan Whatsapp, Line, Instagram, Facebook, Dll. Tidak ada satupun aplikasi seputar bahasa inggris.

6. Anda Hanya Menyukai Liga Inggris, Bukan Bahasanya

Khusus para cowok, ngefans dan suka bola bukanlah dosa. Yang jadi masalah, anda lebih suka liganya daripada bahasanya

Semoga dengan adanya artikel ini membuat kita lebih semangat belajar berbahasa Inggris.

(Anjas)