Fenomena Leap Second Penjelasan Bertambahnya 1 Detik Waktu Dunia

“Waktu adalah uang”. Mungkin itu yang sering kita dengar dari orang-orang mengenai waktu. Kata-kata itu mempunyai makna jika kita melalaikan waktu maka akan banyak uang yang kita sia-siakan. Ada satu lagi yang datangnya dari pepatah Arab. Pepatah tersebut mengatakan “Waktu bagaikan pedang jika kamu tidak memotongnya maka dia yang akan memotongmu”. Pepatah ini diartikan waktu akan membunuh orang yang melalaikanya, pengaruhnya akan membuat orang sengsara, karena dengan melalaikan waktu maka kerugian, penyesalan, kesakitan  akan selalu menunggunya.

Di dunia memang waktu termasuk alat vital bagi kehidupan seluruh alam semesta. Mungkin kita pernah belajar pada saat pendidikan SD bahwa rotasi bumi memerlukan waktu 23 jam 56 menit atau 24 jam kurang 4 Menit. Sehingga hal inilah yang menyebabkan adanya tahun kabisat dimana perbedaan waktu 4 menit tersebut membuat jumlah hari pada bulan februari ditahun kabisat berjumlah 29 hari.

Lalu bagaimana jika ada tambahan 1 detik dari waktu tersebut? Hal ini pun memang terjadi  dan para peneliti sudah membuktikan keberadaannya. Fenomena ini disebut dengan Leap Second atau Detik Kabisat. Seperti yang tertulis di halaman web hlowbos Detik Kabisat adalah penyisipan 1 detik ke dalam kalender. 1 detik tambahan tersebut disisipkan agar waktu yang disiarkan kepada masyarakat luas bisa diatur seakurat mungkin dengan nilai waktu matahari rata-rata. Detik kabisat ini diperlukan untuk menjaga kecocokan dan keakuratan waktu yang didasari oleh pengamatan astronomi. Dalam jangka waktu yang lama, penambahan detik kabisat terus meningkat dengan kecepatan hampir serupa dengan parabola 31 s/abad2. Namun, Leap Second ini tidak ada kaitannya dengan tahun kabisat. Tahun 2012 ini memang merupakan tahun kabisat, yaitu tahun dimana ada 29 hari di bulan Februari, namun itu tidak ada kaitan dan hubungan sama sekali dengan Leap Second.

Baca Juga: Penyebab Fenomena Ketindihan atau Sleep Paralysis Secara Ilmiah

Dijelaskan oleh Wikipedia, Leap Second pertama terjadi pada tahun 1972. Fenomena ini tercatat sudah terjadi sebanyak 27 kali. Leap Second terakhir terjadi pada 31 Desember 2016 lalu. Banyak yang mengatakan bahwa Leap Second ini termasuk bencana yang terjadi di dunia Internet. Karena hal ini menyebabkan perubahan waktu yang cukup merepotkan.

Google pun menyikapi fenomena ini. Mereka mengaku telah melakukan penyesuaian waktu jam atom sejak tahun 2014 kemarin untuk Leap Second tanggal 30 Juni 2015. Sehingga, sistem komputasi Google tidak akan kesulitan untuk menyesuaikan dengan lompatan detik kabisat. Teknik ini dikenal dengan sebutan “Leap Smear“. “Kami memiliki cara cerdas untuk menangani detik kabisat. Daripada mengulang detik yang sama dua kali, kami telah menambahkan waktu sepersekian milidetik sejak tahun lalu” jelas insinyur Google, Nuh Maxwell dan Michael Rothwell pada blog resmi Google.

Umumnya detik kabisat akan diberlakukan tengah tahun pada 30 Juli atau akhir tahun pada 31 Desember. Sejauh ini selama abad 21 telah dilakukan penambahan detik kabisat sebanyak 5 kali. Atau dengan kata lain dalam 16 tahun terakhir Bumi telah mengalami perlambatan rotasi sebanyak 5 detik. Fakta menarik lainnya adalah tahun 2016 merupakan tahun kabisat yang memiliki detik kabisat. Sehingga tahun 2016 adalah salah satu tahun paling panjang yang pernah kita miliki dengan durasi 366 hari + 1 detik.

Lalu 1 detik yang kita dapatkan untuk apa? Apakah kita masih berpikir bahwa waktu hanyalah sebatas penanda siang dan malam? Manfaatkanlah waktu kita sebaik-baiknya. Berlomba-lombalah dalam kebaikan. Jadikan 1 detik tambahanmu untuk lebih bersyukur atas kesehatan dan kesejahteraan yang didapat.


(Rivaldi)


EmoticonEmoticon