Penyebab Fenomena Ketindihan atau Sleep Paralysis Secara Ilmiah

Fenomena saat tidur kemudian terbangun dan tiba-tiba tubuh tidak bisa bergerak serta mulut tidak dapat mengeluarkan suara disebut dengan ketindihan atau dalam bahasa ilmiah biasa disebut sleep paralysis. Dan juga orang betawi sering menyebutnya dengan “rep-repan”. Mungkin kalian pernah mengalaminya, begitu juga dengan saya. Bahkan terkadang membuat saya susah untuk bernapas disertai dengan munculnya gamabaran-gambaran aneh yang menyeramkan.

Saya pun mencari tahu alasannya dari berbagai sumber. Dan ternyata hal itu dijelaskan dalam Islam bahwa sangat dianjurkan untuk membersihkan tempat tidur sebelum tidur. Karena bisa saja hal ini dilakukan atas perbuatan makhluk gaib. Maka dari itu, kita harus mengibaskan tempat tidur sebelum tidur seperti yang dijelaskan Islam dalam ajarannya. 

Baca Juga: 7 Cara Jitu Untuk Mengisi Waktu Luang Agar Lebih Bermanfaat

Tidak hanya itu, dalam hal ilmiah dijelaskan bahwa kondisi ini termasuk dalam kelumpuhan saat tidur. Dimana seseorang merasa dirinya dalam kondisi sadar dan matanya sudah terbuka tetapi tubuhnya tidak dapat bergerak. Kelumpuhan seperti ini dapat terjadi sekali atau beberapa kali  dalam kurun waktu tertentu. Kebanyakan orang terjadi pada usia 15-25 tahun.

Lalu apa yang terjadi pada saat kita mengalami kelumpuhan tidur?

Saat kita tidur kita akan mengalami 4 tahapan, yaitu setengah sadar, tidur lebih dalam, tidur paling dalam, dan terakhir Rapid Eye Movement (REM). Disaat tubuh kurang fit atau lelah, 4 tahapan tersebut tidak sempurna dijalani. Maksudnya, ketika tidur kita akan mengalami 4 tahapan tersebut secara berurutan, tetapi ketika kita ada di tahapan pertama atau kedua kita langsung melompat ke tahapan terakhir. Inilah yang mengakibatkan fenomena ini terjadi saat tidur.

Kejadian semacam ini memang suatu hal yang normal dan terjadi tanpa kesadaran penuh kita. Jadi kita tidak perlu khawatir jika kita mengalami hal seperti ini. 

(Anjas/Rivaldi)


EmoticonEmoticon