7 Perlakukan Orang Tua Terhadap Anak yang Seharusnya Tidak Dilakukan Agar Perkembangan Anak Menjadi Baik

Orang tua merupakan panutan bagi anak. Dia adalah contoh yang paling sering dilihat oleh anak. Cara orang tua bersikap adalah sesuatu yang penting. Pola asuh orang tua menjadi sorotan utama dalam membentuk kepribadian sang anak. Namun, tanpa disadari ada beberapa hal yang ternyata sering dilakukan orang tua tetapi ternyata tidak baik untuk anak. Hal itu dapat mempengaruhi segi kepribadian anak, sehingga kepribadian anak dapat menjadi pendiam, penakut, ragu-ragu, dll. Inilah hal-hal yang sering dilakukan orang tua akan tetapi tidak baik untuk perkembangan kepribadian anak.

1. Memaksakan Anak Dalam Hal Belajar

Hal yang satu ini bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Walaupun belajar itu memang menjadi kewajiban anak, tetapi memaksakan anak untuk belajar adalah hal yang buruk. Terkadang anak merasa malas dan lambat dengan aktivitas belajarnya. Sebab itu sebelum menuding anak dengan hal yang tidak-tidak, kita perlu untuk mengenal bagaimana gaya serta metode belajar anak agar pelajaran dapat terserap masuk dan menambah keilmuannya. Menurut Putu Andita, Psikolog Anak dan Remaja dari TigaGenerasi menjelaskan bahwa jika anak dipaksa untuk belajar dan tidak sesuai dengan gayanya, informasi yang diserap akan menjadi tidak optimal. (http://lifestyle.kompas.com/read/2016/09/30/111500223/ini.akibatnya.jika.memaksa.anak.belajar.tak.sesuai.gayanya)

2. Memberikan Uang Saku Terhadap Anak Secara Berlebihan

Memberikan uang saku anak dapat menjadikannya sebagai pengalaman yang bagus untuk anak. Akan tetapi jika diberikannya secara berlebihan maka akan membuat anak jadi semakin tidak mandiri dalam urusan uang saku. Berikanlah anak jumlah uang saku yang sesuai agar anak terpikirkan untuk berhemat serta berhati-hati.

Untuk memulai pemberian uang saku ke anak hendaknya diberikan jika anak sudah paham dengan konsep uang dan angka. Kira-kira anak sudah paham akan kedua hal itu dikisaran umur 5 tahun. Akan tetapi, cobalah untuk menghentikan pemberian uang saku ketika sang anak berumur 12 tahun. Buatlah dia meningkatkan pemahamannya tentang uang saku dan membuat ia memperoleh uang sakunya sendiri dengan melakukan “pekerjaan berupah”. Di usia ini, anak sangat perlu belajar mengelola pendapatannya sendiri. (https://keluarga.com/493/4-tips-jitu-untuk-memberikan-uang-saku-kepada-anak)

3. Tidak Membatasi Anak Dalam Bermain Gadget

Di era digital ini, sudah menjadi hal umum bila anak-anak tidak terlepas dari yang namanya gadget. Bahkan anak usia dini pun kini telah memainkannya. Maka dari itu, orang tua sangat perlu untuk membatasi anak dalam menggunakan gadget agar sang anak mampu mengembangkan aspek-aspek penting dalam hidupnya. Bukan berarti membatasi anak dalam bermain gadget adalah pelanggaran hak anak, hal itu tergantung dari alasannya. Apakah itu untuk kepentingan sang anak atau untuk kepentingan orang tua itu sendiri. (http://www.parenting.co.id/usia-sekolah/membatasi+gadget+%3D+pelanggaran+hak+anak%3F)

4. Tidak Memperhatikan dan Acuh Terhadap Perkembangan Anak

Orang tua yang selalu sibuk dengan pekerjaannya mungkin memiliki waktu yang kurang dalam memperhatikan si anak. Mungkin ada beberapa orang tua yang beralasan bahwa prioritas itu untuk kepentingan keluarga dan anak. Pada tahun 1960-an, peneliti menemukan tiga jenis pola asuh terhadap anak. Beberapa tahun kemudian, para peneliti menambahkan satu jenis pola asuh dengan nama uninvolved parenting. Orang tua yang menerapkan pola asuh ini memiliki sedikit atau tidak sama sekali kontrol terhadap anak. Mereka cenderung tidak acuh terhadap anak serta kurangnya respon terhadap kebutuhan si anak. (http://ibudanmama.com/pola-asuh/dampak-orang-tua-cuek-pada-anak/)

Baca Juga: 11 Hal Yang Mungkin Tidak Anda Ketahui Mengenai Kopi Di Pagi Hari

5. Mengabaikan Pemberian Pelajaran Moral Kepada Anak

Banyak dari orang tua yang kurang memperhatikan masalah ini. Padahal pemberian pelajaran moral kepada anak sangat penting. Moral yang baik harus tertanam dalam diri anak. Jika tidak, maka anak akan terbentuk dengan memiliki kepribadian yang buruk. Dengan begitu, si anak akan susah untuk hidup berdampingan di dalam masyarakat. Kebaikan dan akhlak yang baik tidak dapat muncul begitu saja. Ia perlu dituntun dan diajarkan agar anak lebih paham mengapa moral sangat diurgensikan. (https://muslimah.or.id/1175-orang-tua-yang-lalai-memperhatikan-anak.html)

6. Melakukan Pekerjaan Kantor Di Waktu Libur

Waktu libur seharusnya diberikan sepenuhnya kepada anak. Berikanlah anak waktu untuk berbagi dan berkumpul bersama keluarga agar dia mampu mendekatkan diri dan mendapatkan suatu momen yang indah di dalam keluarga. Tak ada patokan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan momen itu. Yang terpenting ialah selalu berikan waktu berkumpul yang berkualitas terhadap anak. menurut Rowland S. Miller dari Sam Houston University dalam bukunya bahwa komunikasi yang dipupuk oleh keluarga secara rutin akan menghasilkan kedekatan emosional semakin dalam. (http://www.parenting.co.id/dunia-mama/waktu+berkualitas+bersama+anak+)

7. Memaksakan Kehendak Anak Dalam Hal Masa Depan


Sudah menjadi kebiasaan jika orang tua mendidik anak seperti apa yang dia inginkan. Bahkan untuk membuat harapannya menjadi kenyataan, tidak sedikit orang tua yang memaksakan kehendak anak. Orang tua lalu menentukan dan menetapkan masa depan yang harus dilalui sang anak. inilah yang banyak membuat anak mengalami pengaruh buruk bagi perkembangan dan pendidikan anak. Lalu si anak menjalani kehidupan dengan keterpaksaan dan di bawah tekanan orang tua. Hal tersebut menyebabkan anak kehilangan daya kreatifnya yang sedang berkembang di usianya. (http://www.kompasiana.com/roselinatjiptadinata/orang-tua-jangan-memaksakan-kehendak-pada-anak_571582b51d23bd1b0f753a21)


EmoticonEmoticon